Membakar Garam Secara Masal Ampuh Perangi Virus Corona?

dr Rasmono
dr. Rasmono di ruang kerjanya, di Instalasi Paru RSU dr. Koesnadi Bondowoso (ist)

Terkini.id, Bondowoso – Virus corona (covid-19) telah menjadi pandemi artinya menjadi wabah dunia. Kondisi per-7 April 2020 kasus positif COVID-19 mencapai 2.738 kasus di Indonesia. Jumlah orang meninggal sebanyak 221 orang, sementara 204 orang berhasil sembuh dari COVID-19.

Pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Masyarakat secara mandiri diharap mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap diam di rumah, menjaga jarak, rajin cuci tangan dan selalu memakai masker. 

Untuk mengurangi penyebaran virus corona, seorang dokter di Bondowoso mengajak masyarakat memerangi pageblug (wabah) dengan cara tradisional. Dia menganjurkan masyarakat untuk membakar garam secara masal tiap menjelang maghrib. 

Melalui video, dr. Rasmono, M.Mkes menjelaskan bahwa secara tradisi dan budaya, membakar garam telah diterapkan masyarakat sekitar sebelum tahun 1990, ketika pageblug atau wabah melanda Indonesia. 

Dokter ahli Akupuntur dan Herbal ini menerangkan bahwa asap dari pembakaran garam mampu untuk memerangi virus corona karena garam secara tradisional digunakan sebagai antiseptic dan asapnya membersihkan udara dari kuman dan virus, dimana virus sulit untuk berkembang.

Baca juga:

Untuk melakukan pengasapan dibutuhkan sejumlah bahan yang mudah didapat. Garam biasa ( garam grasak) atau beryodium dan bila ada ditambahkan tembakau yang sudah netralisir dengan air kelapa dan bila perlu ditambah dupa sebagai pengharum. Untuk tembakau sebelumnya disemprot dengan air kelapa kemudian diangin-anginkan guna menetralisir racun tembakau.

Semua bahan diramu dalam wadah secukupnya. Lalu dimasukkan ke dalam tungku kayu arang yang membara sampai terdengar bunyi kretek-kretek. Membakar garam dan tembakau juga bisa dilakukan dengan alat pembakar dupa elektrik.

Maka asap akan mengepul dan membersihkan udara dari kuman dan virus untuk melindungi penghuni rumah dari virus corona. Sebetulnya asap ini tidak berbahaya, namun untuk menjaga diri tetap memakai masker atau minimal tidak terkena langsung asapnya.

Melaksanakan pembakaran cukup di di depan pintu rumah tak perlu di dalam dan harapannya dilakukan tiap hari menjelang magrib. Jauhkan dari anak-anak demi keamanan.

Dokter yang juga instruktur senam Chi ini mengajak masyarakat khususnya di desa melestarikan budaya dan kearfikan lokal untuk memerangi virus corona dengan membakar garam dan bila ada ditambah tembakau dan dupa menjelang maghrib setiap petang. Diharapkan, cara sederhana ini mampu membunuh dan mencegah penyebaran virus corona, sehingga Indonesia bisa segera dari bebas virus corona. 

Sebagai bahan bukti, bahwa pada tahun 2015 ,tembakau pernah digunakan oleh kelompok peneliti dari Lembaga peluruhan radikal bebas Malang, untuk melindungi ayam dari wabah flu burung.

Hasilnya, ayam selamat, sedangkan ayam yang tidak dibakari tembakau divine pada mati. Dari situlah adanya bukti bahwa tembakau bisa digunakan untuk membunuh virus flu burung, sedangkan virus flu burung masih satu keluarga dengan virus corona.

Sehingga secara logika virus corona akan mati dengan asap tembakau, apalagi ditambah dengan garam, maka daya bunuhnya akan lebih meningkat.

Link video Cara Pembakaran Garam dan Tembakau  

Komentar

Direkomendasikan

Berita Lainnya

Klarifikasi Dinas Kesehatan Bondowoso Terkait Perkembangan Covid-19 Terbaru

Garbi Bagikan Ratusan Masker kepada Masyarakat Bondowoso

Bupati Bondowoso Ambil Sumpah 101 Guru Fungsional Melalui Video Conference

Materi Pembelajaran Belajar dari Rumah Minggu Pertama 13-17 April 2020

Inilah 3 Manfaat Belajar dari Rumah yang Akan Tayang Perdana Senin Besok di TVRI

Jangan Lupa Pakai Masker Saat Naik Kereta Jika Tak Ingin Dilarang Naik Petugas

Aplikasi Zoom untuk Meeting Aman?

Jarak 2 Sampai 5 Meter, Aplikasi ini Mampu Deteksi Keberadaan Virus Corona

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar