Hindari Disinformasi, Spekukasi, dan Interpretasi, Dinas Kesehatan Gelar Konferensi Pers Pasien Positif Covid-19

Konferensi pers positif covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Mohammad Imron saat Konferensi Pers Pasien Pertama Positif Covid-19 (dinkes.bondowosokab.go.id)

Terkini.id, Bondowoso – Menghindari dis-informasi, spekukasi, dan interpretasi yang salah tentang pasien positif corona, Dinas Kesehatan Bondowoso menggelar konforensi pers mengenai Confirm Positif Covid-19 pertama di Bondowoso pada Senin, 6 April 2020.

Di depan sejumlah media, dr. Mohammad Imron menjelaskan kronologis pasien positif covid-19.

“Pasien pertama yang positif covid-19 ini adalah salah satu tenaga yang dikirim pemerintah Bondowoso untuk mendampingi pelatihan calon jamaah haji di Surabaya pada 9 Maret 2020 sampai dengan 18 Maret 2020. Tenaga yang dikirim terdiri dari 7 orang.

Lima orang diantaranya terdiri dari dokter dan perawat sedangkan 2 lainnya adalah pendamping pelatihan calon jamaah haji yang berasal dari Kemenag Bondowoso. Tujuh orang tersebut sudah menjalani rapid test dan hasil rapid test 2 orang dinyatakan positif.

Dua orang tersebut adalah tenaga perawat dan tenaga Kemenag Bondowoso yang berdomisili di Situbondo. Setelah rapid test positif kemudian dilanjutkan dengan swab test. Untuk tenaga kesehatan (perawat) yang berasal dari Desa Bukor, Kecamatan Wringin hasil swab testnya confirm positif,” terang Kepala Dinas Kesehatan ini.

Baca juga:

Mengenai spekulasi keluarga pasien juga terinfeksi, dr. Imron menepisnya.

“Pasien Positif tersebut sudah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sejak datang dari pelatihan dan tidak berhubungan erat dengan keluarga. Pasien hanya menemui petugas puskesmas berjumlah 2 orang yang hari ini akan dilakukan rapid test terhadap mereka.

Kontak erat pasien positif yakni istri dan 2 anaknya sudah dilakukan tes rapid dan hasilnya adalah negatif. Jadi tidak ada kontaminasi penularan terhadap istri dan 2 anaknya tersebut. Namun demikian akan dilakukan 10 hari lagi tes rapid ulang terhadap anggota keluarga tersebut,” jelasnya.

dr. Imron juga memaparkan perkembangan kondisi fisik dan kesehatan pasien yang cenderung stabil dan membaik.

“Kemarin lusa hasil pemeriksaan Litbangkes terhadap pasien positif terebut keluar dan kemarin sore dinyatakan bahwa hasilnya adalah konfirmasi positif. Pasien Positif tersebut saat ini kondisinya stabil baik secara fisik maupun kesehatan dan saat ini sudah mendapatkan perawatan di RSU dr. Koesnadi.

Hari ini atau besok akan dilakukan pemeriksaan swab ulang terhadap pasien tersebut untuk konfirmasi lebih lanjut dan jika ada hasil yang negatif maka pasien akan dipulangkan. Pasien ini termasuk kedalam tipe pasien OTG (Orang Tanpa Gejala) karena kondisinya stabil dan awalnya negatif namun pernah terpapar erat dengan pasien positif,” paparnya.

Pada konferensi pers ini, dr. Imron juga meluruskan berita-berita yang beredar di masyarakat. Salah satunya adalah berita bahwa ayah dari pasien positif tersebut sudah bersalaman dengannya dan telah melakukan sholat jumat di masjid. Namun berita itu tidak benar karena pasien sudah mengisolasi diri tanpa melakukan kontak sama sekali.

Selain itu berita tentang lockdown di Desa Bukor tidak benar karena sampai saat ini belum ada desa manapun di Bondowoso yang menerapkan lockdown dan sangat tidak dimungkinkan jika tingkat desa melakukan lockdown akan tetapi hanya menerapkan batasan-batasan seperti physical distancing.

Selain itu, dr. Imron juga menginformasikan bahwa 720 ODP dan jumlah tersebut akhir-akhir ini meningkat drastis setelah para santri datang dari pondok-pondok di luar kota. Sampai saat ini masih 83,47% ODP yang masih dalam pemantauan dan 16,53% yang sudah selesai pemantauan.

Sampai tanggal 5 April 2020 telah diketahui terdapat 1 PDP. Hasil tes 1 orang PDP tersebut sudah keluar dan sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi mandiri.

Dia juga menghimbau masyarakat Bondowoso pasien penyakit ini bukan untuk dibully dan dikucilkan. Tetangga-tetangga tidak perlu jaga jarak ataupun mengasingkan karena para ODP, PDP, dan pasien positif sudah dalam penanganan medis sehingga masyarakat diminta untuk lebih mempercayai para tenaga medis.

“Mari kita bantu orang-orang di sekitar kita untuk lebih teredukasi mengenai pentingnya physical distancing serta lebih baik di rumah dan senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Dan yang penting adalah hilangkan stigma bahwa jika terkena covid-19 pasti akan mati,” pungkasnya.

Komentar

Direkomendasikan

Berita Lainnya

Akhiri Sya’ban, Komunitas Bondowoso Gelar Operasi Makan Gratis dan Sedekah Masker

Klarifikasi Dinas Kesehatan Bondowoso Terkait Perkembangan Covid-19 Terbaru

Garbi Bagikan Ratusan Masker kepada Masyarakat Bondowoso

Bupati Bondowoso Ambil Sumpah 101 Guru Fungsional Melalui Video Conference

Materi Pembelajaran Belajar dari Rumah Minggu Pertama 13-17 April 2020

Inilah 3 Manfaat Belajar dari Rumah yang Akan Tayang Perdana Senin Besok di TVRI

Jangan Lupa Pakai Masker Saat Naik Kereta Jika Tak Ingin Dilarang Naik Petugas

Aplikasi Zoom untuk Meeting Aman?

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar